Hasil dari studi yang dipublikasikan pada Scandinavian Journal of Pain menunjukkan bahwa ketika pasangan hadir, toleransi partisipan terhadap rasa sakit cenderung lebih tinggi. Hal ini berlaku baik bagi laki-laki maupun perempuan. Tak hanya toleransi yang tinggi, rasio rasa sakit yang mereka rasakan juga menurun, dibandingkan ketika pasangan tidak hadir. Baca juga: Rasa Empati Mempercepat Kesembuhan Penyakit Tingkat empati yang tinggi pada pasangan juga sangat berkaitan dengan toleransi terhadap rasa sakit, dan berkebalikan dengan pengalaman merasakan sakit. Beberapa studi terdahulu memang sudah menyebutkan bahwa dukungan verbal dan sentuhan fisik bisa mengurangi rasa sakit. Namun, efek dukungan sosial pasif (hadir tanpa dukungan verbal dan fisik) belum terdokumentasikan dengan baik. "Riset menunjukkan bahwa kehadiran pasangan meski secara pasif bisa mengurangi rasa sakit, dan sikap empati pasangan bisa mengurangi tekanan yang dirasakan selama paparan rasa sakit itu," kata penulis studi, Professor Stefan Duschek.
Para peneliti mencatat bahwa empati yang kembali diberikan pada pasangan juga bisa meningkatkan keintiman, kedekatan, serta mengurangi ancaman yang dirasakan. Itu semua mampu membantu mengurangi perasaan tertekan dan karenanya juga mengurangi sensitivitas nyeri dan meningkatkan kemampuan untuk mengatasi rasa sakit.








No comments:
Post a Comment